| |

Ayo Lindungi Tubuhmu!

Halo teman-teman semuanya, apa kabar? Semoga kalian sehat selalu ya.. 

Ayo_3.JPGAyo_2.JPGAyo_1.JPGAyo_4.jpeg

Perkenalkan nama saya Livinia dari kelas 4D SD Kristen Petra 5 Surabaya. Pada kesempatan kali ini, saya ingin bercerita kepada teman-teman semua.

Pada tanggal 20-21 Januari 2021, saya bersama seluruh teman-teman di kelas 4 mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan ceramah siswa, yaitu belajar tentang bahaya NAPZA dan juga proses tumbuh kembang tubuh kita ketika memasuki masa pubertas. Di hari pertama, kami mendengarkan penjelasan dari Ibu Niken Mahendra mengenai NAPZA dan juga cara pencegahannya. Melalui materi ini, kami diingatkan bahwa NAPZA dapat merusak masa depan karena ketika kita menggunakan NAPZA, kita tidak bisa bersekolah dan belajar dengan baik. NAPZA juga dapat merusak kesehatan bagi tubuh bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Ibu Niken menjelaskan, biasanya orang yang menggunakan NAPZA itu dikarenakan memiliki masalah pribadi, memiliki rasa tidak percaya diri dan ikut-ikutan orang lain. Agar kita tidak terjerumus dalam penggunaan NAPZA, kita harus menjaga diri agar tidak mudah terbujuk orang lain. Jika kita memiliki masalah pribadi segera mencari pertolongan kepada orang yang bisa dipercaya seperti orang tua, keluarga ataupun guru yang ada di sekolah.

Hari berikutnya, siswa dan siswi dipisah untuk mendengarkan materi dari dr. Titik. Saya dan teman-teman mendengarkan dengan antusias. Penjelasan yang diberikan dr. Titik ini melengkapi penjelasan yang biasanya hanya saya dapatkan dari mama. Saya jadi mengetahui tentang perubahan-perubahan yang akan terjadi pada fisik saya pada masa pubertas.  Tidak hanya itu saja, dr.Titik juga memberi penjelasan mengenai area pribadi yang harus dilindungi dari orang lain. Area tersebut adalah area yang tertutup oleh pakaian. dr.Titik menjelaskan juga cara merawat dan menjaga kebersihan tubuh kita dengan cara cara yang tepat, seperti menggunakan pakaian dalam yang sesuai dan membersihkan area pribadi dengan benar. Melalui pembelajaran ini, saya bisa mempersiapkan diri menghadapi perubahan - perubahan dalam diri saya dan saya berharap teman-teman pun juga bisa.

Mari teman-teman untuk lebih memahami, mencintai, dan merawat diri dengan baik, tidak menggunakan NAPZA serta siap menghadapi masa pubertas sesuai dengan firman Tuhan yang berbunyi “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat (Efesus 5:29). Thank you dr. Titiek dan Ibu Niken. Ayo teman-teman, kita lindungi diri kita!

Bible Class: Berkarya Dalam Jaringan

Syalom teman-teman yang terkasih…

Kami dari SD Kristen Petra 5 Surabaya ingin bercerita, yuk kita simak bersama.

Pada hari Rabu-Kamis, 11-12 November 2020, sekolah kami mengadakan kegiatan Bible Class dengan tema Berkarya Dalam Jaringan.

bible class 1

Kegiatan ini diikuti oleh semua siswa kelas 5. Kegiatan diawali dengan ibadah, kemudian dilanjutkan dengan berbagai sesi. Di setiap sesi kami di damping oleh Bapak/Ibu guru, dan kami juga belajar bersama bapak Bapak Pdt. Yoses Rezon dari GKI Sidoarjo dan Pdt. Danny Nobret dari GKI Emaus. Melalui Bible Class ini kita di ajak belajar bahwa kita berharga di mata Tuhan. Tuhan telah memberikan kita bakat dan talenta kepada setiap manusia. Sebab itu penting untuk mengenali bakat dan talenta yang kita miiliki sehingga kita bisa berkarya dan memuliakan nama Tuhan. Selain mengikuti sesi dari bapak pendeta, ada kegiatan yang tidak kalah seru yaitu games menarik yang diikuti para siswa. Melalui games tersebut pengetahuan kami tentang Alkitab semakin bertambah. Kegiatan ini membuat kita merasa fresh di tengah-tengah pembelajaran daring yang membatasi ruang gerak kita.

bible class 2

 Di akhir kegiatan, ditutup dengan kegiatan refleksi dan komitmen. Pada sesi ini, kami saling berbagi cerita pengalaman yang didapatkan selama mengikuti Bible Class. Kami senang karena kami dapat berbagi cerita dengan teman-teman.

Ini lah cerita kami, sampai jumpa dicerita berikutnya. Stay healthy & God Bless You friends.

Virtual Field Trip - Grade 2 Goes to Ekowisata Mangrove

Hai anak-anak….
Bagaimana kabarnya hari ini? Miss harap semuanya dalam keadaan baik dan dalam lindungan Tuhan. Hari ini Ms akan mengajak kalian untuk berkunjung ke tempat wisata. Ada yang tahu kah kita sedang berada di mana?

Begitulah sapaan hangat dari Miss Putri guru kelas 2 B kepada murid-murid kelas 2 SD Kristen Petra 5 Surabaya. Hari Kamis 22 Oktober 2020 menjadi hari yang spesial bagi siswa kelas 2 karena melaksanakan field trip ke tempat wisata. Tapi jangan khawatir karena field trip kali ini dilakukan secara virtual menggunakan zoom meeting.

fieldtrip_1.pngfieldtrip_2.jpeg

Kegiatan Virtual Ekowisata Mangrove dimulai pukul 08.00. Siswa kelas 2 sudah siap dengan dresscode kaos berwarna merah, biru, hijau dan kuning.  Virtual field trip dimulai dengan video perjalanan ke Ekowisata Mangrove. Dalam video tersebut guru bergantian menjelaskan tentang Ekowisata Mangrove. Ditempat ini, siswa belajar tentang tanaman mangrove atau bakau, fungsi dari pohon bakau bagi lingkungan sekitar tepi pantai yaitu membantu mengurangi abrasi di pantai. Akar tanaman yang besar, kuat dan banyak berfungsi untuk menyaring air laut yang berlumpur dan mengurai zat yang berbahaya yang akan merusak laut, selain itu juga membantu perekonomian nelayan dan warga di sekitar pantai.

Di Ekowisata Mangrove terdapat area jogging track, spot foto, juga dermaga perahu. Kita dapat menyusuri sungai menggunakan perahu dengan pemandangan yang indah sepanjang sungai seperti tumbuhan bakau, dan burung-burung yang bertengger di pohon bakau. Melalui Ekowisata Mangrove ini kami menyadari betapa pentingnya menjaga kelesatarian lingkungan sekitar. Mari teman-teman kita berkomitmen untuk menjaga lingkungan kita!

Testimoni Pembelajaran LFH

Saya memiliki 2 orang putera yang bersekolah di SD Kristen Petra 5 Surabaya. Selama pandemi ini, saya mendampingi kedua putera saya selama belajar di rumah. Menurut saya, kegiatan LFH  bagi siswa cukup unik, meskipun ada beberapa kesulitan bagi orang tua dalam menerapkan materi pembelajaran sekolah ke anak. Namun, melalui momentum ini membuat orang tua memiliki waktu lebih dekat dan lebih fokus dengan anak.

Foto 1

Foto 2

Materi pembelajaran yang diberikan oleh sekolah cukup menarik dan seru. Pemberian materi ada yang  disajikan dalam bentuk video, hal ini dapat  membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi pembelajaran. Demikian juga dalam hal tugas-tugas, siswa diajak untuk mengasah kreativitas dan praktik langsung, misalnya  percakapan antar teman menggunakan bahasa Mandarin, presentasi bahasa Inggris mengenai cara-cara pencegahan virus corona dan juga praktik IPA tentang perubahan wujud benda dan perpindahan panas. Bentuk kegiatan lain yang tidak kalah menarik yaitu, pemberian soal-soal latihan dalam bentuk permainan melalui aplikasi Quiz ataupun Kahoot. Melalui metode ini, anak-anak merasakan pembelajaran yang fun. Pemberian soal tidak lagi menjadi beban yang berat, karena terasa seperti bermain game dan juga bisa berlomba dengan sesama teman.

 Tidak hanya secara akademis saja, sekolah juga memberikan pembelajaran untuk melatih siswa supaya lebih mandiri dan dewasa melalui tugas-tugas pekerjaan rumah, seperti membantu orang tua membersihkan rumah, mencuci dan memasak.

Untuk menghadapi tugas yang tidak sedikit ini, sangat disarankan kepada setiap siswa menyelesaikan tugas setiap hari, apabila tugas disisakan untuk keesokan harinya, akan semakin menumpuk. Juga kepada orang tua harus bisa mensiasati rasa bosan anak selama di rumah.

Saya bangga memiliki anak-anak yang bersekolah di SD Kristen Petra 5 Surabaya. PPPK Petra juga memerhatikan kondisi ekonomi para orang tua sehubungan dengan sulitnya  perekonomian di masa pandemi ini dengan memberikan potongan uang sekolah yang diakumulasikan sebesar 50% di bulan Juni  dan Uang Daftar Ulang untuk tahun ajaran 2020/2021 sebesar 50% juga.

Salam hormat,


Felliany Ongkowidjojo (orang tua Boston Albertson Puspo (kls 5A) & Brooklyn Albertson Puspo (kls IIIE)

Challenge Aku & Kebiasaan Baik Ku

challenge aku dan kebiasaan baiku

Selama wabah virus corona atau covid-19 menginfeksi Indonesia, banyak perubahan terjadi dalam kehidupan kita, terutama dalam hal pembelajaran sekolah. Saat ini kita diharuskan untuk melakukan kegiatan belajar di rumah. Meskipun kondisi telah mengubah rutinitas kita, tetapi ada satu hal yang tetap bisa kita lakukan yaitu berbuat kebaikan. Nah, kali ini SD Kristen Petra 5 Surabaya mengadakan kegiatan challenge Aku dan Kebiasaan Baikku. Melalui kegiatan ini, seluruh siswa diajak untuk belajar melakukan kegiatan yang mendatangkan kebaikan selama di rumah. Ada berbagai cara untuk melakukan kebaikan di rumah, yaitu membantu orang tua melakukan pekerjaan rumah, seperti membersihkan rumah, menyetrika dan juga memasak. Kegiatan ini dilakukan setiap hari, sehingga pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Nah berikut ini, teman kita yang bernama Sharon Yukina dari kelas VIA akan membagikan ceritanya selama melakukan kegiatan tersebut. Yuk... kita simak.

Selama program “ learn from home “ awalnya saya merasa senang karena terbebas dari kegiatan rutinitas sekolah yang harus bangun pagi dan belajar untuk ulangan, tapi ternyata hal tersebut lama-lama menjadi membosankan karena saya tidak bisa pergi jalan-jalan, tidak bisa bermain dengan teman. Untungnya mama dan sekolah memberi tugas kegiatan yang bisa saya lakukan sehari-hari sehingga hal tersebut bisa menjadi kebiasaan yang menyenangkan dan membuat saya menjadi lebih mandiri. Beberapa hal yang menjadi kegiatan rutin saya sekarang ini yaitu, mencuci peralatan makan, membersihkan meja makan, menyapu dan mengepel kamar, membantu mama mencuci dan menjemur baju, menyetrika baju dan menata ke dalam lemari, dan membantu mama memasak.

Saya merasa senang melakukan tugas-tugas tersebut walau awalnya saya merasa malas , jengkel , marah dan capek tapi mama selalu menasihati bahwa jika dilakukan dengan hati senang maka semua yang dilakukan akan terasa ringan dan akan menjadi bekal saat kelak dewasa .

Dari semua kegiatan di atas yang terasa agak sulit adalah saat belajar menyetrika baju , tapi saya diajari oleh mama untuk menyetrika baju yang mudah dulu.

Kegiatan-kegiatan tersebut harus rutin saya lakukan supaya bisa menjadi suatu kebiasaan, agar kelak ketika sudah dewasa menjadi anak yang mandiri , karena kemandirian dibentuk dari  mengerjakan hal-hal sederhana , demikian nasihat mama.

Dari rutinitas kegiatan tersebut saya menjadi ada aktifitas sehingga tidak membuat bosan saat berada di rumah dalam waktu yang lama. Badan menjadi tetap sehat karena ada aktifitas olahraga juga.

Demikian cerita dari saya, semoga covid-19 segera berlalu dan saya bisa kembali sekolah dan bermain bersama teman-teman. Terima kasih .

boost the values reap the success