| |

Testimoni Pembelajaran LFH

Saya memiliki 2 orang putera yang bersekolah di SD Kristen Petra 5 Surabaya. Selama pandemi ini, saya mendampingi kedua putera saya selama belajar di rumah. Menurut saya, kegiatan LFH  bagi siswa cukup unik, meskipun ada beberapa kesulitan bagi orang tua dalam menerapkan materi pembelajaran sekolah ke anak. Namun, melalui momentum ini membuat orang tua memiliki waktu lebih dekat dan lebih fokus dengan anak.

Foto 1

Foto 2

Materi pembelajaran yang diberikan oleh sekolah cukup menarik dan seru. Pemberian materi ada yang  disajikan dalam bentuk video, hal ini dapat  membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi pembelajaran. Demikian juga dalam hal tugas-tugas, siswa diajak untuk mengasah kreativitas dan praktik langsung, misalnya  percakapan antar teman menggunakan bahasa Mandarin, presentasi bahasa Inggris mengenai cara-cara pencegahan virus corona dan juga praktik IPA tentang perubahan wujud benda dan perpindahan panas. Bentuk kegiatan lain yang tidak kalah menarik yaitu, pemberian soal-soal latihan dalam bentuk permainan melalui aplikasi Quiz ataupun Kahoot. Melalui metode ini, anak-anak merasakan pembelajaran yang fun. Pemberian soal tidak lagi menjadi beban yang berat, karena terasa seperti bermain game dan juga bisa berlomba dengan sesama teman.

 Tidak hanya secara akademis saja, sekolah juga memberikan pembelajaran untuk melatih siswa supaya lebih mandiri dan dewasa melalui tugas-tugas pekerjaan rumah, seperti membantu orang tua membersihkan rumah, mencuci dan memasak.

Untuk menghadapi tugas yang tidak sedikit ini, sangat disarankan kepada setiap siswa menyelesaikan tugas setiap hari, apabila tugas disisakan untuk keesokan harinya, akan semakin menumpuk. Juga kepada orang tua harus bisa mensiasati rasa bosan anak selama di rumah.

Saya bangga memiliki anak-anak yang bersekolah di SD Kristen Petra 5 Surabaya. PPPK Petra juga memerhatikan kondisi ekonomi para orang tua sehubungan dengan sulitnya  perekonomian di masa pandemi ini dengan memberikan potongan uang sekolah yang diakumulasikan sebesar 50% di bulan Juni  dan Uang Daftar Ulang untuk tahun ajaran 2020/2021 sebesar 50% juga.

Salam hormat,


Felliany Ongkowidjojo (orang tua Boston Albertson Puspo (kls 5A) & Brooklyn Albertson Puspo (kls IIIE)

Challenge Aku & Kebiasaan Baik Ku

challenge aku dan kebiasaan baiku

Selama wabah virus corona atau covid-19 menginfeksi Indonesia, banyak perubahan terjadi dalam kehidupan kita, terutama dalam hal pembelajaran sekolah. Saat ini kita diharuskan untuk melakukan kegiatan belajar di rumah. Meskipun kondisi telah mengubah rutinitas kita, tetapi ada satu hal yang tetap bisa kita lakukan yaitu berbuat kebaikan. Nah, kali ini SD Kristen Petra 5 Surabaya mengadakan kegiatan challenge Aku dan Kebiasaan Baikku. Melalui kegiatan ini, seluruh siswa diajak untuk belajar melakukan kegiatan yang mendatangkan kebaikan selama di rumah. Ada berbagai cara untuk melakukan kebaikan di rumah, yaitu membantu orang tua melakukan pekerjaan rumah, seperti membersihkan rumah, menyetrika dan juga memasak. Kegiatan ini dilakukan setiap hari, sehingga pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Nah berikut ini, teman kita yang bernama Sharon Yukina dari kelas VIA akan membagikan ceritanya selama melakukan kegiatan tersebut. Yuk... kita simak.

Selama program “ learn from home “ awalnya saya merasa senang karena terbebas dari kegiatan rutinitas sekolah yang harus bangun pagi dan belajar untuk ulangan, tapi ternyata hal tersebut lama-lama menjadi membosankan karena saya tidak bisa pergi jalan-jalan, tidak bisa bermain dengan teman. Untungnya mama dan sekolah memberi tugas kegiatan yang bisa saya lakukan sehari-hari sehingga hal tersebut bisa menjadi kebiasaan yang menyenangkan dan membuat saya menjadi lebih mandiri. Beberapa hal yang menjadi kegiatan rutin saya sekarang ini yaitu, mencuci peralatan makan, membersihkan meja makan, menyapu dan mengepel kamar, membantu mama mencuci dan menjemur baju, menyetrika baju dan menata ke dalam lemari, dan membantu mama memasak.

Saya merasa senang melakukan tugas-tugas tersebut walau awalnya saya merasa malas , jengkel , marah dan capek tapi mama selalu menasihati bahwa jika dilakukan dengan hati senang maka semua yang dilakukan akan terasa ringan dan akan menjadi bekal saat kelak dewasa .

Dari semua kegiatan di atas yang terasa agak sulit adalah saat belajar menyetrika baju , tapi saya diajari oleh mama untuk menyetrika baju yang mudah dulu.

Kegiatan-kegiatan tersebut harus rutin saya lakukan supaya bisa menjadi suatu kebiasaan, agar kelak ketika sudah dewasa menjadi anak yang mandiri , karena kemandirian dibentuk dari  mengerjakan hal-hal sederhana , demikian nasihat mama.

Dari rutinitas kegiatan tersebut saya menjadi ada aktifitas sehingga tidak membuat bosan saat berada di rumah dalam waktu yang lama. Badan menjadi tetap sehat karena ada aktifitas olahraga juga.

Demikian cerita dari saya, semoga covid-19 segera berlalu dan saya bisa kembali sekolah dan bermain bersama teman-teman. Terima kasih .

Cegah Covid-19

Covid_2.jpegCovid_1.jpegcovid_3.jpeg

Hai teman-teman, saat ini negara kita Indonesia sedang mengalami masa sulit,  betapa sedihnya ketika kita mendengar banyaknya penderita virus Corona/ Covid-19 di Indonesia serta puluhan orang yang telah menjadi korbannya. Apa yang harus kalian lakukan untuk melindungi diri dari virus corona?

Nah.., kita harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta tidak lupa untuk selalu mencuci tangan.

Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan berbagai upaya untuk melindungi warganya agar tidak terinfeksi oleh virus Corona.

Naah.., apa yang telah dilakukan oleh pemerintah kota? Salah satu yang dilakukan pemerintah kota adalah melakukan penyemprotan disinfektan secara bergiliran. Pada Senin, 23 Maret 2020, pk 10.00 WIB , SD Kristen Petra 5 kedatangan beberapa petugas Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan sterilisasi lokasi sekolah dengan cara melakukan penyemprotan cairan disinfektan, tujuannya untuk mengurangi resiko penyebaran virus corona dan membersihkan area  sekolah dari bakteri, virus, dan hal-hal yang berpotensi terhadap penyebaran segala jenis virus, khususnya virus yang saat ini menjadi wabah yang mendunia yaitu virus covid-19. Penyemprotan dimulai dari halaman depan TK dan SD Kristen Petra 5 dilanjutkan ke lapangan parkir belakang, lapangan basket, ruang kelas serta ruang-ruang yang lain.

Nah.., teman-teman yang di rumah juga harus berperan menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan dengan cara mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Langkah kedua, melakukan social distancing, yaitu dengan cara berdiam diri di rumah, menghindari dari kerumunan dan tidak bepergian jika tidak ada sesuatu yang mendesak. Doaku agar kita selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan.

Sarana Pembelajaran Daring

Daring_2.jpegDaring_4.jpgDarin_1.jpegDaring_3.jpeg

Saat ini virus corona menjadi wabah dunia termasuk di Indonesia sehingga pemerintah telah memberlakukan kegiatan belajar di rumah. Kegiatan ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus. Maka mulai hari Senin, 16 Maret 2020 kami menerima materi pembelajaran dari guru yang berbasis daring atau online. Hal ini memberikan dampak positif bagi kami dan guru karena dapat belajar mengoperasikan aplikasi pembelajaran daring. Banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan selama pembelajaran tersebut, salah satu aplikasi yang digunakan adalah Microsoft Office 365.

Microsoft Office 365 menyediakan beberapa bentuk soal, yang dapat dilengkapi dengan video dan gambar menarik. Salah satu bentuk soal yang paling mudah adalah pilihan ganda. Guru mengetikkan soal dan pilihan lalu memberi jawaban yang tepat sebagai kunci jawaban serta poin pada setiap nomor. Kami menerima link dan saat membuka akan terhubung dengan materi yang sudah dibuat oleh guru. Jika sudah selesai mengerjakan, klik submit atau kirim dan kami dapat melihat poin. Selanjutnya klik view result atau lihat hasil untuk menampilkan jawaban yang benar.

Kami senang sekali dapat melihat langsung hasil kerja secara online. Kami tetap dapat belajar walaupun kami tidak pergi ke sekolah. Begitu juga bagi guru kami, melalui  pembelajaran daring para guru dapat mengetahui siswa yang sudah mengerjakan, poin yang didapat, bahkan jawaban setiap siswa. Dengan demikian kami tidak perlu lagi mengirim hasil kerja melalui Whatsapp pribadi guru.

Harapan kami semua, keadaan segera kembali normal, sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan belajar di sekolah dan tetap menggunakan metode pembelajaran online untuk mengenal teknologi lebih baik lagi. 

BASIC LIFE SKILLS: AKU BISA MENGIKAT TALI SEPATU SENDIRI!

Mrs. Icha        : “ Jason, tie your shoelaces, please!”

Jason              :” I’m sorry Miss, I can’t do it myself.”

Siapa yang belum bisa mengikat tali sepatu sendiri sama seperti Jason?

tali sepatu 1

Di era modern sekarang ini masih banyak siswa – siswi SD yang belum bisa mengikat tali sepatu sendiri. Menggunakan sepatu bertali pada anak – anak sekolah bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan usaha keras dan cara yang benar untuk mengikatnya agar tidak mudah lepas saat dipakai.

Pada kegiatan BLS (Basic Life Skills) kali ini, siswa – siswi kelas II SD Kristen Petra 5 belajar mengikat tali sepatu, yang dilaksanakan pada hari Kamis, Februari 2020 lalu. Kegiatan ini bertujuan agar anak – anak bisa mengikat tali sepatunya sendiri tanpa dibantu orang tua atau orang lain.

tali sepatu 2

boost the values reap the success