| |

Exciting Games for Pretest

game_02.jpggame_01.jpggame_03.jpg

Teman-teman, pada tanggal 5 Februari 2018 siswa kelas IID SD Kristen Petra 5 belajar Bahasa Inggris tentang “Parts of the Head, Feeling, Comprehend the Sentence, Ask and Answer (Speaking) dengan menggunakan game.

Untuk lebih menunjang kegiatan belajar yang dilakukan maka ruang kelas diatur dengan posisi tempat duduk siswa berbentuk U dengan  tujuan supaya mereka bisa melakukan aktivitas dengan leluasa. Guru Bahasa Inggris membagi siswanya menjadi 6 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 sampai 7 siswa. Setelah mengulang materi tes dengan menggunakan power point dan penyajian gambar-gambar yang menarik untuk menstimulasi daya ingat siswa, kegiatan game yang ditunggu-tunggu siswa dimulai. Permainan ini dilakukan untuk menghindari kejenuhan dalam pembelajaran dan melatih kerjasama dalam kelompok.

Game pertama, “Let’s Race”, dalam permainan ini seorang siswa dalam kelompok mencari gambar sesuai dengan kata-kata yang didengar dari CD, kemudian menempelkan di papan dan menuliskan kata-kata yang didengar tadi. Hal ini diulang sampai semua anggota melakukannya.Game ini bertujuan untuk pemahaman kosa kata.

Game kedua, siswa membaca kalimat, kemudian siswa secara bergantian mencari gambar, member nama sesuai dengan informasi lalu menjodohkan perasaan (feeling) sesuai dengan kalimat yang ditampilkan dan ditempelkan pada secarik kertas. Game ini bertujuan untuk melatih siswa dalam pemahaman kalimat. Dengan menggunakan hasil permainan kedua, siswa dalam setiap kelompok bisa melakukan percakapan.

Siswa senang sekali dalam mengikuti aktivitas. Semua siswa terlibat dalam permainan. Suasana kelas menjadi hidup dan menyenangkan.

 

Ekkadoku Ekkadomu

Halo kawan..., apa kabar? Semoga kalian semua selalu bahagia ya....

Kali ini kami, siswa – siswi kelas V SD Kristen Petra 5 mengadakan kegiatan kewirausahaan. Kami membuat ekkado, makanan yang berbentuk seperti gorengan, terbuat dari campuran daging udang, ayam dan diberi tambahan telur puyuh didalamnya kemudian dibungkus dengan kulit kembang tahu.

cooking_02.jpgcooking_01.jpg

Seperti biasa, kami sangat antusias untuk mempersiapkannya. Tanggal 20 dan 21 Februari 2018 menjadi pilihan kami untuk melaksanakan kegiatan kewirausahaan. Kami dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok  menerima bahan  dan membawa peralatan yang digunakan.

Kami bekerjasama membuat ekkado dengan semangat dan penuh sukacita. Tak terasa kami sudah membuat ekkado dalam jumlah yang banyak , karena ternyata proses membuatnya mudah. Setelah matang, kami menikmati bersama teman-teman. Ibu guru memberi respon yang baik terhadap hasil masakan ekkado buatan kami, dan kami sangat senang mendengarnya. Begitulah pengalaman kewirausahaan kami, semoga bisa menginspirasi teman-teman bahwa makanan enak belum tentu sulit membuatnya.

 

Belajar Sambil Bermain tentang Satuan Panjang dan Berat

belajar_sambil_bermain_03.jpgbelajar_sambil_bermain_02.jpgbelajar_sambil_bermain_01.jpg

Pada hari Selasa, 16 Januari 2018, tampak siswa kelas IIID SD Kristen Petra 5 mengikuti kegiatan pembelajaran Matematika dengan antusias. Ada apa ya ....? Ternyata mereka sedang belajar tentang satuan panjang dan berat. Semua siswa diajak untuk keluar kelas menuju tangga lantai 3 dan diminta untuk duduk  dengan tertib. Guru memberi penjelasan bahwa di setiap anak tangga telah diberi tempelan satuan panjang dan berat, kemudian siswa diminta untuk melakukan suit, siswa yang kalah harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru tentang konsep satuan panjang dan berat. Mereka bermain dengan antusias hingga semua anak mendapat giliran bermain. Metode belajar sambil bermain ini merupakan  salah satu metode belajar yang efektif dan cukup menarik bagi siswa. Selain itu, metode pembelajaran ini juga dapat membuat  siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Guru berharap melalui metode ini, siswa akan lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru dan siswa akan semakin menyadari bahwa belajar Matematika itu begitu menyenangkan. Selamat mencoba...!!!

Studi Agrowisata di Puspa Lebo

puspaagro_02.jpgpuspaagro_01.jpgpuspaagro_03.jpg

Pada tanggal 15 November 2017 pagi, para siswa siswi kelas II SD Kristen Petra 5 sudah bersiap- siap untuk karyawisata ke Puspa Lebo Sidoarjo. Kami semua akan belajar secara langsung tentang cara menanam tanaman holtikultura. Dengan penuh sukacita kami bersama-sama berangkat naik bis untuk dapat menimba ilmu dari bapak dan ibu petani yang akan kami temui di sana.                                                                                                                         

Puspa Lebo adalah tempat yang dikhususkan untuk mengembangkan tanaman hortikultura. Di Puspa Lebo, kami dapat melihat berbagai macam tanaman sayur-sayuran dan buah serta mengamati secara langsung proses pembibitan, penanaman, perawatan, dan memanen sayur kangkung. Di Puspa Lebo juga ada green house yang berfungsi untuk menjaga agar tanaman tidak mudah terserang hama dan tidak terkena hujan.                                                       

Anak-anak SD Kristen Petra 5 juga diberi kesempatan oleh ibu pemandu untuk menanam bibit cabe di poly bag masing-masing. Kami tidak takut kotor ketika mengumpulkan pupuk dan menaruhnya di dalam poly bag yang sudah kami masukkan bibit cabe.  

Melalui karyawisata hortikultura, kami mendapat pengetahuan bagaimana caranya menanam. Dari yang awalnya kami tidak tahu, sekarang kami dapat mengerti bahwa menanam itu sangat berguna dan menyenangkan. Bahkan selesai menanam, tanaman tersebut boleh kami bawa pulang ke rumah.                                                                                           

Setelah belajar menanam, kami diberi minuman teh dari sari bunga rosella yang berguna bagi kesehatan dan menikmati buah golden melon. Sungguh menyenangkan dapat belajar di Agrowisata Puspa Lebo. Terima kasih bapak ibu petani untuk ilmunya.

Pengajaran unik menciptakan kelas yang menyenangkan

pelajaran_unik_01.jpgpelajaran_unik_03.jpgpelajaran_unik_04.jpgpelajaran_unik_02.jpg

Pada umumnya, sosok guru identik dengan penampilan rapi, kaku, dan disiplin ketat. Tak jarang pula pfofesi pahlawan tanpa tanda jasa ini dianggap membosankan. Bahkan, banyak juga anggapan bahwa guru cenderung membuat murid merasa segan, bahkan takut. Alhasil, jam istirahat dan pulang adalah yang paling dinantikan karena suasana di kelas penuh dengan ketegangan. Sosok guru seperti ini tidak akan kamu jumpai di SD Kristen Petra 5, semua guru selalu berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Salah satu contohnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II D. Dengan sub tema ‘Membuat Istana Pasir’ siswa tidak diajak untuk duduk dan mendengarkan gurunya membacakan materi, akan tetapi siswa diminta untuk langsung mencoba membuat istana dari pasir yang telah disiapkan. Dengan mempraktikkan langsung, siswa tidak hanya memahami materi yang akan disampaikan, akan tetapi suasana kelas yang menyenangkan dan membuat siswa merasa antusias untuk tetap mengikuti pembelajaran. Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar seperti inilah yang selalu dilakukan oleh semua guru Petra.

 

boost the values reap the success