| |

Cegah Covid-19

Covid_2.jpegCovid_1.jpegcovid_3.jpeg

Hai teman-teman, saat ini negara kita Indonesia sedang mengalami masa sulit,  betapa sedihnya ketika kita mendengar banyaknya penderita virus Corona/ Covid-19 di Indonesia serta puluhan orang yang telah menjadi korbannya. Apa yang harus kalian lakukan untuk melindungi diri dari virus corona?

Nah.., kita harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta tidak lupa untuk selalu mencuci tangan.

Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan berbagai upaya untuk melindungi warganya agar tidak terinfeksi oleh virus Corona.

Naah.., apa yang telah dilakukan oleh pemerintah kota? Salah satu yang dilakukan pemerintah kota adalah melakukan penyemprotan disinfektan secara bergiliran. Pada Senin, 23 Maret 2020, pk 10.00 WIB , SD Kristen Petra 5 kedatangan beberapa petugas Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan sterilisasi lokasi sekolah dengan cara melakukan penyemprotan cairan disinfektan, tujuannya untuk mengurangi resiko penyebaran virus corona dan membersihkan area  sekolah dari bakteri, virus, dan hal-hal yang berpotensi terhadap penyebaran segala jenis virus, khususnya virus yang saat ini menjadi wabah yang mendunia yaitu virus covid-19. Penyemprotan dimulai dari halaman depan TK dan SD Kristen Petra 5 dilanjutkan ke lapangan parkir belakang, lapangan basket, ruang kelas serta ruang-ruang yang lain.

Nah.., teman-teman yang di rumah juga harus berperan menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan dengan cara mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Langkah kedua, melakukan social distancing, yaitu dengan cara berdiam diri di rumah, menghindari dari kerumunan dan tidak bepergian jika tidak ada sesuatu yang mendesak. Doaku agar kita selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan.

Sarana Pembelajaran Daring

Daring_2.jpegDaring_4.jpgDarin_1.jpegDaring_3.jpeg

Saat ini virus corona menjadi wabah dunia termasuk di Indonesia sehingga pemerintah telah memberlakukan kegiatan belajar di rumah. Kegiatan ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus. Maka mulai hari Senin, 16 Maret 2020 kami menerima materi pembelajaran dari guru yang berbasis daring atau online. Hal ini memberikan dampak positif bagi kami dan guru karena dapat belajar mengoperasikan aplikasi pembelajaran daring. Banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan selama pembelajaran tersebut, salah satu aplikasi yang digunakan adalah Microsoft Office 365.

Microsoft Office 365 menyediakan beberapa bentuk soal, yang dapat dilengkapi dengan video dan gambar menarik. Salah satu bentuk soal yang paling mudah adalah pilihan ganda. Guru mengetikkan soal dan pilihan lalu memberi jawaban yang tepat sebagai kunci jawaban serta poin pada setiap nomor. Kami menerima link dan saat membuka akan terhubung dengan materi yang sudah dibuat oleh guru. Jika sudah selesai mengerjakan, klik submit atau kirim dan kami dapat melihat poin. Selanjutnya klik view result atau lihat hasil untuk menampilkan jawaban yang benar.

Kami senang sekali dapat melihat langsung hasil kerja secara online. Kami tetap dapat belajar walaupun kami tidak pergi ke sekolah. Begitu juga bagi guru kami, melalui  pembelajaran daring para guru dapat mengetahui siswa yang sudah mengerjakan, poin yang didapat, bahkan jawaban setiap siswa. Dengan demikian kami tidak perlu lagi mengirim hasil kerja melalui Whatsapp pribadi guru.

Harapan kami semua, keadaan segera kembali normal, sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan belajar di sekolah dan tetap menggunakan metode pembelajaran online untuk mengenal teknologi lebih baik lagi. 

BASIC LIFE SKILLS: AKU BISA MENGIKAT TALI SEPATU SENDIRI!

Mrs. Icha        : “ Jason, tie your shoelaces, please!”

Jason              :” I’m sorry Miss, I can’t do it myself.”

Siapa yang belum bisa mengikat tali sepatu sendiri sama seperti Jason?

tali sepatu 1

Di era modern sekarang ini masih banyak siswa – siswi SD yang belum bisa mengikat tali sepatu sendiri. Menggunakan sepatu bertali pada anak – anak sekolah bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan usaha keras dan cara yang benar untuk mengikatnya agar tidak mudah lepas saat dipakai.

Pada kegiatan BLS (Basic Life Skills) kali ini, siswa – siswi kelas II SD Kristen Petra 5 belajar mengikat tali sepatu, yang dilaksanakan pada hari Kamis, Februari 2020 lalu. Kegiatan ini bertujuan agar anak – anak bisa mengikat tali sepatunya sendiri tanpa dibantu orang tua atau orang lain.

tali sepatu 2

Mengkompos Sampah demi Lingkungan dan Kesehatan

Mengkompos 1

Hai, teman-teman apa kabar?... kita bertemu kembali, kali ini SD Kristen Petra 5 akan berbagi cerita tentang pembuatan pupuk kompos dari sampah organik. Kita tahu bahwa sampah banyak ditemui di mana saja, untuk mengurangi sampah khususnya sampah organik di sekolah, salah satu cara dapat dilakukan melalui pengomposan dengan menggunakan tong  komposter yang bagian bawahnya berlubang. Komposter dapat berupa tong sampah plastik atau kotak semen yang dapat dibuat dan dimodifikasi sendiri. Bagian dalam komposter memiliki instalasi untuk sirkulasi udara sehingga dapat membantu proses pengomposan dan mempercepat proses penguraian sampah. Selain itu, komposter juga mampu menjaga kelembapan dan suhu sehingga bakteri dan jasad renik dapat bekerja mengurai bahan organik secara optimal. Bahan dasar kompos adalah sampah organik, seperti sayuran, daun, dan ranting melalui proses penguraian oleh mikroorganisme tertentu.

Hari Jumat, 14 Februari 2020, bapak ibu guru mengajak beberapa siswa- siswi kelas IV-V SD Kristen Petra 5 untuk mempraktikkan cara mengolah sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan tong komposter. Nah, penasaran bagaimana prosesnya? Yuk, kita simak penjelasan berikut!

Mengkompos 2

Untuk membuat pupuk kompos, siswa mengambil sampah organik seperti daun-daunan, kulit buah, sisa sayuran atau sampah yang mudah terurai kemudian disimpan dalam wadah tong komposter. Sampah mulai  dimasukkan dalam tong komposter, sampah daun-daunan yang lebar bisa dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil agar nantinya mudah terurai lalu kita beri air secukupnya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, beberapa hari sekali sampah- sampah tersebut harus dicek dan diaduk-aduk. Setelah  1-3 bulan diendapkan maka   akan menjadi  pupuk  padat yang dapat digunakan untuk menutrisi tanaman-tanaman yang ada di sekolah, sehingga tidak digunakan lagi pupuk dari bahan kimiawi.

Melalui kegiatan ini diharapkan siswa bisa menjadi pelopor untuk menjaga dan mengolah sampah agar tercipta suasana yang nyaman dan bersih di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal.

Pencegahan Nyamuk dengan Larvitrap

Saat ini kita sudah masuk pada musim hujan. Musim hujan bisa membuat lingkungan di sekitar rumah kita menjadi lembap. Tempat yang lembap, biasanya menjadi tempat bagi nyamuk untuk hidup dan berkembang biak. Dengan adanya nyamuk yang banyak, pastinya membuat kita tidak nyaman. Selain membuat kulit kita bentol, gigitan nyamuk juga bisa membawa berbagai penyakit, misalnya demam berdarah, malaria, ataupun penyakit kulit seperti iritasi dan gatal-gatal.

Nyamuk 1

Salah satu cara pencegahan yang bisa kita lakukan melalui metode pemasangan larvitrap. Larvitrap merupakan perangkap nyamuk, sehingga bisa mengurangi perkembangbiakan nyamuk. Larvitrap merupakan perangkap nyamuk yang tidak mengandung bahan beracun seperti obat nyamuk pada umumnya. Nah, pada tanggal 13 Januari 2020, siswa-siswi kelas IV-B SD Kristen Petra 5 belajar membuat larvitrap. Bagaimana cara membuatnya? Yuk, kita simak cara pembuatannya!

Nyamuk 2

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bahan-bahannya, yaitu: air, gula merah, ragi, dan botol air mineral bekas. Kemudian, siapkan wadah perangkapnya dengan cara memotongnya menjadi dua bagian. Pisahkan bagian mulut dan bawah botol. Langkah berikutnya, campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin, dan tuang pada bagian potongan bawah botol. Lalu, tambahkan ragi pada cairan gula merah. Setelah itu, pasang (masukkan) potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong. Bungkus botol dengan sesuatu yang berwarna hitam; bisa menggunakan tas kresek. Langkah terakhir, letakkan botol pada sudut ruangan, dan larvitrap pun siap sebagai perangkap nyamuk. Tunggu hingga dua minggu ke depan untuk melihat nyamuk hasil tangkapan. Nah, teman-teman… inilah cara kami untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Mudah, bukan? Kalian juga bisa mencoba membuatnya di rumah, lho…!

boost the values reap the success