| |

WHO'S YOUR IDOL?

Pada tanggal 1-3 September 2016, SD Kristen Petra 5 mengadakan retret siswa yang bertempat di Roemah YWI, Batu, Malang. Kegiatan yang bertema “Who’s Your Idol?” ini diikuti oleh 144 siswa kelas V. Para siswa terlihat begitu bersemangat menyambut retret, karena ini merupakan retret pertama mereka. Pada hari pertama, para siswa mendapatkan sesi tentang Yesus sebagai idola, dan diakhiri dengan dedication service, di mana pada momen ini para siswa berkomitmen untuk berubah menjadi lebih baik. Bapak Nikolas, selaku pembicara, membawakan materi dengan menarik, sehingga para siswa mampu mengikuti setiap materi dengan baik. Pada hari kedua, para siswa yang sudah dibagi dalam kelompok, mengikuti kegiatan outbond. Hari itu sungguh melelahkan, namun tetap menggembirakan, karena para siswa bisa belajar dan bermain bersama. Pada hari yang ketiga, para siswa diminta untuk menyampaikan kesan mereka selama mengikuti retret tersebut. “Miss, saya senang mengikuti retret, seruuuu... ;Miss,saya belajar banyak. Saya jadi mandiri, tidak lagi takut kalau tidur tidak bersama mama..”, kata salah seorang siswa. Sebelum kembali ke Surabaya, para siswa bersama para guru pendamping melakukan foto bersama.

retreat_2.jpgretreat_3.jpgretreat_4.jpgretreat_1.jpgretreat_5.jpg

INDONESIA NEGARA BERBUDAYA

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki berbagai macam suku dan budaya yang tidak ternilai harganya. Keragaman itu bukan menjadi pemecah belah di antara sesama bangsa Indonesia, tetapi justru harus menjadi pemersatu. Untuk itulah keragaman yang ada harus tetap dipelihara dengan cara saling menghormati. Itulah penjelasan Ibu Silvester Rosa, S.Pd di kelas VC saat menjelaskan materi PKn tentang Keragaman Budaya. Ibu Silvester menambahkan bahwa cara lain untuk melestarikan kebudayaan bangsa adalah dengan mempelajari, menggunakan, dan mementaskan budaya tersebut. Setelah itu, kesempatan diberikan kepada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan beberapa budaya di Indonesia antara lain budaya Papua, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Sumatra Barat. Saat presentasi, para siswa juga mempraktikkan budaya tersebut seperti menyanyikan lagu daerah, menarikan tarian tradisional, dan bahkan ada kelompok yang mempresentasikan secara khusus tentang cara mengolah makanan tradisional.

indonesia_3.jpgindonesia_2.jpgindonesia_4.jpgindonesia_1.jpg

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Tahun ajaran 2016-2017 baru saja dimulai. Tentu saja hal ini membawa suasana baru bagi siswa seperti teman baru, kelas baru, dan guru baru. Dengan suasana baru ini tentu saja siswa belum saling mengenal satu dengan lainnya. Untuk itu melalui kegiatan PKK dengan tema “Penuh Perhatian”, siswa diajak mengenal teman-teman melalui permainan “Sebanyak Mungkin”. Siswa diminta untuk mewawancarai teman sebanyak mungkin dengan cara menanyakan alamat rumah dan hobi. Dalam kegiatan ini, keberanian siswa untuk bertanya pada teman sangat diperlukan. Siswa terlihat antusias saat mengikuti permainan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa dapat saling mengenal satu sama lain. Bagi siswa yang sudah mengenal akan menjadi semakin dekat sedangkan siswa yang baru akan menjadi tahu. Dalam kegiatan ini suasana akrab akan terjalin antarsiswa. Dengan saling mengenal, siswa dapat menunjukkan sikap penuh perhatian secara lebih mendalam.

pkk_3.jpgpkk_1.jpgpkk_4.jpgpkk_2.jpg

Are You Indonesian?

“Aku anak Indonesia, anak yang merdeka... Aku bangga menjadi anak Indonesia..” Dengan mantap, para siswa menyanyikan lagu tersebut sebagai bentuk kebanggaannya kepada bangsa Indonesia. Pada tanggal 23 Januari 2016, para siswa mengikuti kegiatan Persekutuan Doa dengan tema “Are You Indonesian?”. Sebelum mendengarkan Friman Tuhan, para siswa diajak untuk menyaksikan tarian khas Sumatra Utara, yakni tari Tor Tor. Bahkan para siswa diajak untuk mengikuti gerakan tarian tersebut. Gerakannya yang sederhana memudahkan para siswa untuk menirukan. Setelah Persekutuan Doa, para siswa diajak untuk bermain permainan tradisional. Seiring perkembangan teknologi, permainan tradisional semakin jarang dimainkan oleh anak-anak. Mereka cenderung memilih permainan dari smartphone mereka. Hari itu, para siswa diajak bermain permainan tradisional, diantaranya: congklak, bola bekel, gobak sodor, engklek, lompat tali, dan lain-lain. Mereka begitu antusias, karena mereka belum pernah memainkan permainan tersebut. Semoga antusias mereka tidak pudar. Harapannya, dengan memperkenalkan kepada mereka permainan dan tarian tradisional, dapat mengingatkan mereka bahwa bangsa mereka adalah bangsa yang kaya akan budaya. Kiranya itu menambah kebanggaan mereka kepada bangsa ini. “Aku bangga menjadi anak Indonesia!”

indonesian_1.jpgindonesian_5.jpgindonesian_2.jpgindonesian_4.jpgindonesian_3.jpg

Tidak Berprasangka

tidak_berprasangka_03.jpgtidak_berprasangka_01.jpgtidak_berprasangka_02.jpg

“Tidak Berprasangka” menjadi materi pendidikan karakter pada hari Sabtu, 26 September 2015. Untuk mendaratkan materi “Tidak Berprasangka”, para siswa diajak untuk bermain terlebih dahulu. Siswa kelas 2, 4 – 6, bermain Sarung Estafet. Guru kelas menunjuk salah seorang siswa menjadi ketua kelompok. Ketua ini bertugas memilih anggota sebanyak  20 – 21 anak yang dianggap mampu memenangkan permainan. Sisanya, siswa yang tidak terpilih, membuat kelompok baru yang nantinya akan berlomba dengan kelompok yang terbentuk sebelumnya.  Cara bermainnya, masing-masing kelompok membentuk lingkaran dengan bergandengan tangan. Sarung yang sudah disediakan, dikalungkan di kepala si ketua kelompok. Para anggotanya harus memindahkan sarung itu, hingga sampai ke kepala si ketua. Kelompok yang lebih dahulu menyelesaikan adalah pemenangnya.

boost the values reap the success